Potret Keluarga Jawir Tulen

Jeng Menik (Irmia) asli keturunan Ken Arok dari Arema bertemu Mas Poer (Purnomo) asli trah Magelang, menjadi asal muasal kelahiran thole Althaf yang guantheng :)

SI ANAK LUCUK

Hai eperibadiih.. Namaku Althaf, hobiku membaca buku dan makan keju langsung dari bungkusnya dan cita - citaku ingin menjadi artis, eh ini cita - cita tak sampai bundaku sih :)

ALTHAF 3rd BIRTHDAY

Happy Bday My Dearest Hunny Bunny Mumpkin nya Ayah dan Bunda... May Allah SWT always be with you, Ameeen..

MY ONLINE STORE

WWW.MENIKMENIK.COM Ini dulu olshop aku sebelum negara Api mulai menyerang :) , menyediakan busana Muslimah, Sarung Anak Instan, Shawl, Kerudung, Scarf dan Aksesoris Hijab yang lucu - lucu, please visit us yaw

ES KRIM.... ES KRIM

Ini makanan favorit kita semua... *semua orang kaleee

Friday, 11 April 2014

Mendaftar Haji Reguler Sendiri? Mudah Kok!

Siapa sih umat muslim yang gak pengen ibadah Haji? tapi dikarenakan ibadah ini selain perlu fisik yang tangguh juga perlu uang yang jumlahnya lumayan, so Haji diperuntukkan bagi yang mampu saja. Trus yang punya hutang KPR ratusan juta, cicilan mobil, cicilan kartu kredit, persiapan dana pendidikan anak, liburan ke eropah, endebrong endebrong. gimana? perlukah kita daftar haji sekarang?? Setoran awal 25 juta lo.. kalo berdua ma suami jadi 50 jeti dong, bukankan lebih baik buat lunasin salah satu cicilan dulu ? Atau kalaupun kita memiliki uang segitu, rasanya kok sayang ya mengendap begitu saja, bukannya lebih baik kita investasikan ? 
Betul ndhak jeng??? nah itu pemikiranku dulu. Tapi ya... setelah mengalami near death experience sakitnya induksi, gimana aku rasanya tak berdaya banget tanpa pertolongan Allah SWT, tiba - tiba kepikiran untuk bikin tabungan haji, yang penting keinginan kami untuk menunaikan ibadah Haji bukan hanya sekitar kepengen doang tapi sudah diusahakan langkah nyata untuk mewujudkannya, insya Allah nantinya akan dimudahkan Allah, amiin...
Tapi loo setelah mengintip daftar Haji di sini website kemenag ini makjedooor, Astaghfirullah... ternyata daftar tunggunya bererot begono :( buruan liat tabungan yang mustinya untuk dana darurat sepertinya masih bisa dialihkan dulu ke tabungan haji, mengingat ada janji-janji syur management untuk ngasih tanda cinta di bulan Juli tahun ini. Susah gak sih ? Gampang kok asal kita tahu persyaratannya.
Urutannya seperti ini :
  1. Buka Tabungan Haji
  2. Mengisi Form Pendaftaran di Kantor Kemenag (dulu namanya Depag) sesuai domisili plus menyerahkan semua persyaratan. Untuk Foto boleh bawa sendiri tapi lebih baik sekalian foto di kantor kemenag saja
  3. Balik lagi ke Bank, untuk pendebetan setoran awal yang online SISKOHAT untuk mendapatkan nomor porsi (nomor antrian)
  4. Ke kantor kemenag lagi untuk menyerahkan bukti setoran (BPIH)
  5. Bersabar dan Berdoa semoga kita berumur panjang dan dikaruniai kesehatan prima hingga waktunya menunaikan Haji  tiba
Untuk detail pengurusannya sebagai berikut :

1. Membuka Tabungan Haji
Menteri Agama telah menetapkan 17 Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPS-BPIH) untuk tahun 2014 - 2018, sebagai berikut :
BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, Bank Mega Syariah, Bank Panin Syariah, Bank Permata Syarah, Bank CIMB Niaga Syariah, BTN, Bank Sumut, Bank Aceh, Bank Riau Kepri, Bank Sumselbabel, Bank Nagari, Bank DKI, Bank Jateng dan Bank Jatim.
Selain itu ditunjuk juga 3 Bank Transito yakni Bank BNI, BRI dan Mandiri, diperbolehkan menerima pendaftaran tabungan Haji sepanjang dalam 1 kabupaten / kota tersebut tidak terdapat 17 BPS - BPIH diatas.
Syarat membuka tabungan Haji mudah saja, cukup tanda identitas diri seperti KTP atau SIM dan NPWP. Pembukaan tabungan ini tidak boleh diwakilkan meskipun kita membawa Surat Kuasa. Setoran awal minimal Rp. 100.000. Dan jika tabungan kita mencapai minimal Rp. 25.100.000 (atau sesuai peraturan pemerintah saat ingin mendaftar), maka kita akan diperbolehkan untuk mengajukan pendaftaran Haji di Kantor Kemenag. Untuk lebih simplenya, pilihlah Bank sesuai domisili Anda, domisili disini adalah sesuai KTP dan KK. Memang bisa sih buka tabungan tidak sesuai domisili tetapi nanti untuk penyetoran awal BPIH musti ke kantor cabang sesuai domisili, yang menurut saya lebih ribet. Oh ya jika setoran sudah sesuai persyaratan, biasa oleh CSnya di potokopi lembar awal dan lembar saldo akhir kemudian di legalisir. Dan jangan khawatir untuk tabungan haji tidak ada potongan untuk biaya apapun, bisa ditransfer dari bank manapun serta tidak bisa ditarik / diambil kecuali meninggal.

2. Mengurus Pendaftaran di Kantor Kemenag
Persyaratan yang perlu dibawa untuk masing - masing pendaftar :
  1. KTP asli dan fotocopy (5 lembar)
  2. KK asli dan fotocopy (2 lembar)
  3. Surat keterangan sehat dan fotocopy (2 lembar). Untuk surat keterangan sehat, awalnya aku ngurus ke puskemas ssi kecamatan tp ternyata rempong musti EKG, cek lab dkk. Dokter Puskesmas sih bilang supaya kalau ada apa - apa terdeteksi dini sehingga diharapkan prima ketika berangkat Haji. Setelah aku telpon Kemenag Jaksel malah dianjurkan ke klinik 24 jam saja supaya gak rempong, persis deh kayak surat keterangan sehat untuk ngurus SIM. Karena keterbatasan jadwal ngabur Maspoer dan aku barusan kuret so kita milih option ke-2 hehehe
  4. Surat Nikah atau Ijazah atau Akte atau Kenal Lahir dan fotocopynya .. inget salah satu aja (2 lembar)
  5. Buku Bank Asli dan fotocopy (1 lembar) 
  6. Kalau punya passport sekalian deh fotocopy 2 lembar halaman pertama dan belakang ya
Selanjutnya bawa ke Kantor Kemenag sesuai domisili, untuk warga Jaksel di  Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan Jl.Buncit Raya No. 2 Pejaten Barat 0217949852 / (021)7994007, lokasinya di dekat pejaten village tepat sebelum kantor Republika kalo dari arah Mampang.
Di Kemenag, kita mengisi form pendaftaran dan Foto. Sebenernya bisa sih Foto di luar yang penting Fotonya 80% wajah dan background putih, tapi daripada rempong kita memilih poto di Kemenag, biayanya Rp. 75rb ber orang plus dapat softcopynya dalam bentuk CD, inget yaaa jangan pakai baju dan kerudung putih!!!! Kalau terlanjur, jangan galau... disana disediakan berbagai warna kerudung bergo, jas hitam dan peci. Ada yang bikin ketawa waktu ngisi form pendaftaran, yakni ttg ciri- ciri wajah, sialnya aku nggak pakai shading plus barusan hamil dan yeaaahhh mukaku bulat sempurna wahahaha. Dan terakhir kita menandatangi SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) berdasarkan Form pendaftaran yang kita isi tadi, so please sebelum tanda tangan pastikan kembali data ketikan tersebut benar.
Ini  potongan SPPH kami, gimana?  zuzurkah kami? tapi maaf ada yang kami sensor... siapa tahu bisa numbuh dan memuai dari ukuran sekarang wakakaka 






3. Pendebetan Setoran Awal BPIH
Kita mendapatkan SPPH rangkap 2, 1 untuk pihak Bank untuk persyaratan pendebetan rekening tabungan haji kita dan 1nya lagi untuk kita simpan. Setoran Awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp. 25 juta dilakukan oleh Bank BPS -BPIH sesuai domisili. Pendebetan ini online dengan SISKOHAT sehingga bisa langsung mendapatkan nomor porsi (nomor antrian). Bukti Setoran Awal BPIH ini rangkap 5, dan tiap lembarnya ditempelin foto kita, selanjutnya pihak bank akan mengambil 1 copy (lupa yang warna apa). Oh ya, untuk urusan ini juga tidak bisa diwakilkan karena kita musti tanda tangan.

4. Menyerahkan bukti setor BPIH
Setelah urusan bank selesai, jangan lupa balik manik ke Kemenag, nah kalo ini bisa siapa saja. BPIH lembar pertama untuk kita, sisanya untuk Kemenag, dan kita mendapatkan bukti tanda terima.

Alhamdulillah, akhirnya beres sudah urusan, wait ... wait... kapan perginya jeng ? Pas bener sesuai yang di web, kami masuk daftar tunggu sampai 2027, lumayan 13 tahun sajah pemirsah!!!! *garukgaruk aspal. Kalau misalkan jeng - jeng ada rizki silahkan milih HAJI ONH PLUS untuk tahun 2014 biayanya sekitar Rp. 120 juta sajah dan setoran pertamanya Rp. 45 juta, daftar tunggu untuk DKI Jakarta 4 tahun. Untuk ONH plus diurus oleh Badan Tour dan Travel swasta, so kita musti berhati - hati banget dalam memilih. Kalau kami sih sepertinya belum mampu jika ONH Plus, tapi kalau Allah mengijinkan wow... Alhamdulillah banget nget nget !!!*nanem poon emas duyu ye...
Setidaknya saat ini kami sudah legaaa banget, kami sudah berusaha menunaikan kewajiban, sekarang tinggal pasrah dan berserah diri pada Allah SWT. 
So buat jeng - jeng yang bermimpi dan merindukan naik Haji, mongo dimulai dengan membuka rekening tabungan Haji, cukup menyisihkan Rp. 100rb sajah kok, gak perlu nunggu usia manula dulu kan yaaa :)


Wednesday, 9 April 2014

Pemilu 2014

Jangan ngaku - ngaku gaol deh kalo nggak ikutan partysipasi PEMILU! Meskipun gw sudah lieur dengan carut marut dunia politik dan sudah kehilangan kepercayaan terhadap wakil rakyat, sudah agak -agak apatis dengan mereka dan endebre endebre... tetapi sebagai warga negara yang baik diriku harus ikut serta memilih untuk menentukan masa depan bangsa kita. Nah kalo bukan kita, terus siapa lagi yang peduli? dan ingatlah bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha. Well memang agak agak memusingkan bagiku untuk pencoblosan kali ini, soalnya enggak ada poto para wakilnya kecuali yang DPD. Nah kan jadinya gak tau yang ganteng yang mana? :D 
Oh ya jangan lupa sebelum nyoblos bismillah dulu plus berdoa semoga wakil yang kita pilih adalah wakil yang amanah, jika dia tidak amanah semoga Allah memberikan balasan yang setimpal, Amiiin... bles bles bles ... 
Pemilu kali ini Maspoer mengemban tugas negara sebagai salah satu panitia di TPS. Dapet seragam batuk yang kainnya kaku selayaknya jaringan tahu, enggak nyerap keringat samsek, mana lokasi TPS nya gak ada AC cuman kipas angin 1 biji doang! kasihan... sungguh kasihan...
Jam 6 pagi disaat aku masih merem merem enak narik selimut, Maspoer sudah rapi bener pakai sepatu segala kek mau ke kondangan. Aku kira dengan cuamn 400 surat suara untuk tiap perwakilan, palingan sore gitu sudah selesai ternyata sampai jam 10 malem enggak selesai juga. Pagi dini hari jam 04.00 aku mendengar suara pager dibuka dan MasyaAllah... Maspoer baru pulang jam segitu bo'...
Gemes dong , aku tanyain kenapa kok sampai lama bukannya cuman bacain trus direkap doang, la apa susahnya? wo... ternyata panitianya banyak yang manula so karena ngerekapnya per caleg dan per partai mereka agak keder jugak jadinya lambreta, entahlah apa karena kurang sosialisasi sebelumnya atau emang faktor U.  
Ada 2 hal yang menjadi pembelajaran di tahun pilpres nanti ;
1. Banyakin panitia yang usianya masih greng
2. Gak usah maksain diadain seragam batik kalo emang dananya kecil. Gak usah seragam juga gak papa asalkan nyaman. Toh berwarna warni itu indah bukan ?

PS : kalo tak liat dipoto ini kenapa Maspoer sudah kelihatan bapak - bapak sekali ye? padahal aku aja masih kepengen masuk GB Ceribel ... 

Wednesday, 2 April 2014

Then What Will be.. Will be lah!!

Memcoba tersenyum menyamarkan
mata bengkak setelah
berhari - hari menangis
Menuliskan pengalaman ini membuatku flashback kembali ke masa tersedih dalam hidupku dan kembali bercucuran airmata. Sungguh tidak mudah bagi kami berdua yang memang menantikan adek buat Althaf, Althaf sendiri juga sudah terbiasa cium - cium adek baby, apalagi buatku yang mengandungnya. Setiap helaan nafasku, setiap butiran airmataku untuknya. Saat terindah adalah saat bertemu dengannya, mendengarkan alunan detak jantungnya, tergelitik geli saat perutku kedutan akibat polahnya, bahkan saat mual muntah adalah saat yang kurindukan. Mungkin jika tak ada detak jantungnya mungkin lebih mudah buatku, tapi ini... mengakhiri buaian dalam rahimku membuatku tampak seperti ibu yang mengerikan. Apakah dia nanti akan kesakitan, ataukah justru ini akan mengakhiri kesakitannya?, mengingat air ketuban itu bersifat mengiritasi sehingga akan mengikis otaknya sedikit demi sedikit. Aku bersujud lama dalam sholat, memohon ampunanNya. Entah sudah berapa lama aku menangis .... seakan tak rela dipisahkan tapi kami harus kemungkinan terbesar yang terbaik. Kami menggali sebanyak mungkin informasi tentang menggugurkan karena alasan medis. Jika usia janin diatas 120 hari (4 bulan) berarti sudah ditiupkan rohnya dan jika digugurkan sama dengan membunuh nyawa seorang muslim (kec keadaan darurat mematikan ibu ada ulama yang membolehkan). Tetapi jika usia janin belum mencapai 4 bulan beberapa ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat boleh, makruh dan haram.
Jika aborsi dilakukan sebelum nafkhi ar-ruh, maka tentang hukumnya terdapat empat pendapat fuqaha`. Pertama, boleh (mubah) secara mutlak, tanpa harus ada alasan medis (`uzur); ini menurut ulama Zaidiyah, sekelompok ulama Hanafi –walaupun sebagian mereka membatasi dengan keharusan adanya alasan medis, sebagian ulama Syafi`i, serta sejumlah ulama Maliki dan Hanbali.Kedua, mubah karena adala alasan medis (`uzur) dan makruh jika tanpa `uzur; ini menurut ulama Hanafi dan sekelompok ulama Syafi`i. Ketiga, makruh secara mutlak; dan ini menurut sebagian ulama Maliki. Keempat, haram; ini menurut pendapat mu`tamad (yang dipedomani) oleh ulama Maliki dan sejalan dengan mazhab Zahiri yang mengharamkan `azl (coitus interruptus); hal itu disebabkan telah adanya kehidupan pada janin yang memungkinkannya tumbuh berkembang.

Terus terang kami berdua gamang... tapi dr Oni Khonsa bener-bener strongly recommend untuk segera dikeluarkan mengingat riwayat lahiran Althaf dulu yang sectio, detak jantung melemah, panas tinggi dan trombosit turun. 

Untuk minta pendapat dokter lain, aku sudah terlalu letih untuk memulai dari awal. Dan dokter Oni inilah yang mengerti riwayat kehamilanku dulu.
Setelah menenangkan diri, sholat istikharah dan bermain dengan Althaf, kami memutuskan untuk melahirkan (rasanya sungguh kejam kalau disebut aborsi hiks)  di usia kehamilan menjelang 13 minggu. Apakah ini keputusan terbaik ? Wallahu'alam bisshowab.... Saat itu kami bilang ke Althaf kalo dedek baby nya sakit, jadi Ayah dan Bunda harus ke rumah sakit, Althafnya sama mbak di rumah saja ya... dan Althaf pun menciumi perutku sebagai tanda sayang terakhir untuk adeknya :(
Kami pilih hari minggu siang mulai menginap di RS karena Senin besoknya pas tanggal merah kami khawatir dokternya cuti/ libur. 
Sebelumnya kami sudah berdiskusi dengan dokter Oni, bahwa lahiran secara normal dengan harapan janin akan keluar utuh bersama ari-arinya, karena aku ingin yang terbaik buat anakku. Induksi dilakukan via oral tiap 6 jam sekali, setelah 24 jam tidak ada tanda-tanda, induksi dipercepat tiap 4 jam masih via oral. Sudah 48 jam berlalu dan tidak ada tanda-tanda akhirnya dipasang lamineria dimulut rahim untuk "mendongkrak" mulut rahim. Induksi memang dilakukan perlahan karena aku punya bekas sectio. Induksi ini akan mencari "jalan keluar" sehingga harus diarahkan, jika tidak maka akan mencari jalan di jaringan yang rapuh yaitu bekas sectio. Jadi musti sabaaar ... Pada hari ke-3 lamineria di lepas dan di USG sudah mengarah pada jalur yang benar, maka induksi dipercepat via oral dan vagina. Malam harinya mules -mules hebat dimulai sekitar pukul 10 malam. Jam 12 malam aku turun ke ruang observasi karena mules teratur per 5 menit. Tiap terjadi kontraksi aku remas tangan Maspoer kuat - kuat, Ya Allah... sakiiiiiit banget .... Maspoer menemani dengan lantunan ayat suci AlQuran, sementara aku mengalihkan sakit dengan berdzikir dan memohon ampunan Allah SWT. mendekati jam 5 pagi aku sudah benar tidak kuat, badanku lemas sekali akhirnya aku musti diinfus. Meskipun induksi sudah permenit tapi dicek tidak ada bukaan sedikitpun. Aku mulai menangis menahan sakit, Maspoer dan Bidan Ika menyemangatiku "sabar... sabar..." dan "tiup... tiup..." Duh... rasanya pengen aku tabokin aja mereka berdua, asli sakit banget ....aku sudah ingin menyerah saat aku rasanya ada yang meletus dan mengalir membasahi kakiku.... ternyata air ketubanku pecah! Bidan satunya sibuk telepon Dokter, akhirnya induksiku ditambah disuntikan via infus karena janin masih di mulut rahim. Dan induksi via infus itu... syaithonirrojiiim sekali. Sakit banget sampai aku pukul - pukul tiang infusnya. Alunan Ayat suci Maspoer berganti dari handphone karena Maspoer berusaha menenangkan aku. Beberapa kali kurasakan darah mengalir ... aku menangis .. saat itu aku merasakan kematian dekaaat sekali denganku, beberapa kali kuteriakkan Allahu Akbar... Asthagfirullah... Bidan tergopoh-gopoh menginformasikan bahwa aku harus segera dikuretase, dokter Oni sendiri lagi dijalan sebentar lagi sampai, bidan sibuk menelepon dokter anestesi. Akupun dipindah ke ruang bersalin, saat itu aku rasakan darah lagi mengalir, bidan Ika menyemangati aku untuk push mengeden supaya anakku keluar dan Alhamdulillah ya Rabb...anakku akhirnya keluar tapi ternyata ari - arinya masih didalam, sehingga aku masih harus dikuretase saat itu juga. Dokter Oni akhirnya sampai bersama dengan dokter anestesi, beliau bertanya 
Dr Oni : Irmia.... inget gambar skala sakit di kamar? dari skala 1 sd 10 sakitmu skala berapa?
Aku :  sebelas dokter... sebelas!!!! 
Dr Oni : kan sudah lahiran... sekarang kok.. sekarang sakitnya skala berapa?
Aku : delapan deh dok..
Dr Oni : Oke sekarang tenang bayangkan sedang di pantai...
Aku : Gak mau dok... mall aja di mall ajah !
Dr Oni : oke oke di mall deh...sekarang kita kuretase dulu ya supaya bersih, jadi dibius total
Aku : Nanti saya bangun lagi enggak dok ?
Dr Anestesi : haishaaah... nggak usah mikir yg enggak2 , tenang... tenang...
Aku : Bismillahirrahmanirrahiiim....... *terus cium tangan Maspoer sambil minta maaf
......................................................................................................................................................

Aku lihat jam samar - samar menunjukkan angka 10, noleh di sebelah kanan ada Maspoer. Rasanya masih pening, masih nguantuk.... tapi ada rasa lain yang mendesak aku haus banget, tapi sama bidan tidak diperbolehkan dulu.... 
Ketika ditanya apakah mau kembali ke kamar? aku bilang aku pengen segera pulang, sudah 3 hari aku tidak bersama Althaf, rasanya kangen banget. 
Tiba - tiba aku mual banget, padahal masih posisi tiduran, akhirnya muntah cairan kuning mungkin cairan lambung atau ini efek anestesi ? entahlah...
Beberapa saat setelah aku 100% sadar dan berganti pakaian.... tiba - tiba aku tersadar pula kalau aku telah kehilangan buah hatiku.... peristiwa semalem kembali berputar seperti thriller film, aku kembali tergugu menangis.....  rasa bersalah, sakit, trauma, sedih karena kehilangan campur aduk tak keruan. Ya Allah... ampunilah hambamu ini ya Allah... aku berusaha berdzikir supaya lebih tenang, namun airmata tak kunjung berhenti mengalir.... sampai akhirnya Maspoer datang dan berkata.... Ayo kita pulang ke rumah, Bunda....

Aku menuliskan ini untuk mengenang anakku ke-2 yang saat ini sudah terbaring tenang di halaman rumah di dekat bunga krisan warna kuning, anakku sayang.... engkau adalah bagian dari keluarga kami, maafkan Ayah dan Bunda ya nak.... percayalah kami dan kakak Althaf sangaaaat menyanyangimu. Sekarang kamu tenang di sana ya sayang, Insha Allah kelak kita semua berkumpul di surgaNya Amiin.....

Note : aku ingin menamakan dia Aldrian Syahreza Purnomo, yup bener dia cowok yang ganteng.
Eh tapi Maspoer belum setuju,  well nama Althaf aja dia perlu mikir 9 bulan 40 hari kok... cape deh :(





Thursday, 27 March 2014

Trimester 2 : Judgement Day (12-13 Weeks)

Setelah menjalani 1 minggu dengan harap - harap cemas, saat-saat denial, nyalahin diri sendiri kenapa gak bisa nahan muntah, puas nangis-nangis, bersujud dalam sholat malam dan dhuha, adeeem rasanya setelah akhirnya bisa pasrah dan berserah diri plus setelah jalan - jalan seru ke KL Aku sudah bisa menceritakan dan minta doa ttg hal ini kepada temen terdekat tanpa nangis lo! , Kalo Maspoer mah emang dari awal though banget! cowok kali ye.... rasionya lebih jalan ketimbang rasa, la sementara gw kan emak - emak rempong nan berhati lembut *cuiih... Menjelang second opinion, aku gak berani googling apapun spy hati tenang, tetep minum vitamin hamil dan pasrah bongkokan sama Allah SWT. Alhamdulillahnya... tiba - tiba aja rasa mual sudah jauuuh berkurang, apakah ini akibat boss Managerku pindah ? akhirnya aku gak punya boss jadi bebas merdekah ??? atokah karena sudah happy bisa jalan - jalan seru bareng temen? kayaknya karena yang pertama deh *Ouppsss....peace pak Boss... itu artinya aku ikut senang karena Boss akhirnya naik pangkat jugak!!!
Well hasil test Toxo ku sudah keluar :
 IgG : positif : titer 125
 IgM : negatif : index 0.09
It means Gw dulu  pernah kena Toxo dan sekarang sudah punya kekebalannya. Dulunya kapan ? Nah itu enggak tahu musti test Toxo Adivy dulu
Dan hari penentuan itupun tiba,  Hari kamis jadwalku ketemu dengan Dr Yuyun, beliau adalah kolega dr Oni di RSIA Tambak. Saat itu kami datang berdua, emosi dan perasaanku sudah stabil walopun jantung masih jedag jedug ... Dr. Yuyun tipe orangnya tidak seekspressif dr Oni, lebih kalem dan tidak banyak kata. Setelah beliau membaca rujukan dari dr Oni, akhirnya aku di USG baik 2D maupu  4D dan .... terlihat dengan jelas banget nget (yang 4D ye, kalo 2D mah tetep nggak ngeh dah) kalau calon adeknya Al ini menderita salah satu dari Neural Tube Defect, yakni anencephaly.

Apa itu Neural Tube Defect (NTD)?
Kecacatan bumbung saraf merupakan kelainan pembentukan bawaan yang terjadi antara 20 sampai 28 hari setelah pembuahan. Sel-sel pada neural plate (piringan saraf) ini membentuk sistim saraf pada janin. Biasanya jika perkembangannya normal, sel-sel tersebut saling melipat satu sama lain membentuk sebuah tabung.saraf yang nantinya akan menjadi tulang punggung dan urat saraf tulang belakang.  Setelah melewati beberapa perubahan bentuk pada ujung tabung terbentuklah otak. Pada kasus NTD yang terjadi adalah, tabung atau bumbung sarafnya ini gagal menutup dengan sempurna, sehingga bagian otak yang sedang berkembang dan/atau urat saraf tulang belakang dalam keadaan terbuka dan tidak terlindung (tergantung letak tempat tabungnya gagal menutup). Akibatnya kecacatan bumbung saraf yang paling sering terjadi adalah anencephaly dan spina bifida.

Apa itu Anencephaly ?
Anencephaly terjadi kalau ujung pada tabung saraf gagal menutup. Bayi yang lahir dengan kecacatan ini tidak memiliki tempurung kepala (scalp atau cerebellum). Meninx, kedua-dua ruang otak (hemisphere of brain) dan tempurung kepala (vault of the cranium/skull) tidak tampak. Meskipun demikian, bayi-bayi ini tetap memiliki bagian batang otak. Sisa-sisa jaringan otak hanya terlindung oleh sebuah selaput yang tipis. Kemungkinannya bayi anencephaly mengalami kebutaan dan tidak memiliki atau hanya memiliki beberapa gerakan reflek. Dari bayi yang hidup selama dalam kandungan sampai saatnya lahir sebanyak 25 % meninggal pada saat dilahirkan, 50% hidup antara beberapa menit sampai dengan 1 hari, 25 % hidup antara 1 hari sampai dengan 10 hari (Jaquier 2006).

Kenapa bisa terjadi kelainan NTD?
Belum diketahui apa yang menyebabkan kelainan NTD terjadi. Ada kemungkinan diakibatkan oleh kombinasi pengaruh lingkungan dan faktor genetis (Sadler 2005). Setiap wanita pada usia subur berpotensi untuk mengalami kehamilan dengan seorang bayi dengan kelainan NTD. Di Eropa tingkat rata-rata kejadian NTD adalah satu anak setiap 1000 kelahiran. (Di Indonesia dikatakan tingkat rata-ratanya tiga kalinya di negara maju. Kompas 2008). Tidak ada cara untuk memperkirakan sebelumnya wanita mana yang akan mengalami mengandung seorang bayi dengan kelainan NTD.  95% wanita yang mengalami mengandung bayi dengan kelainan NTD tidak memiliki sejarah NTD dalam keluarga mereka.

Well, kata dr Yuyun dan dr Oni, studi literatur menyatakan bahwa NTD karena kekurangan Asam Folat, dimana dimulai diperlukan disaat minggu ke 3, dan kebanyakan para bumil nggak ngeh kalau sedang hamil.

Apakah ini karena aku diet ?
Sepertinya enggak, karena aku juga nggak diet2 amat, aku cuman memilih makanan yang sehat berimbang, 
Dan sedihnya ternyata....   pola makanan yang seimbang tidak dapat mencukupi kadar asam folat yang dibutuhkan bumil.
Hampir tidak memungkinkan untuk menutupi kebutuhan asam folat dengan pola makanan seimbang saja, biarpun makanannya tergolong bergizi dan mengandong kadar asam folat yang tinggi. Oleh karena itu, idealnya tetap makan makanan yang bergizi dengan kadar asam folat yang tinggi ditambah vitamin asam folat dalam bentuk pil sebesar 0,4 mg setiap harinya. Pada negara-negara tertentu, pemerintah menambahkan zat asam folat pada bahan pokok seperti terigu dan roti.
Ataukah karena saat itu kan aku lagi pulang kampung pas banget balik Jakarta dengan kondisi sakit gigi parah sehingga males makan, mobil penyok ditabrak orang, Althaf sakit panas dan kita terjebak banjir Pamanukan, lengkap banget deeeh, apakah karena aku muntahin makanan melulu pas awal hamil?  beribu - ribu "apakah"  nempel di kepala dan tentunya nggak ada jawaban yang pasti. Yang ada capek, nangis, bego begoin diri sendiri, percuma... ini sudah kehendak Allah, mari kita terima dengan ikhlas.

Keesokkan harinya, kita konsul berdua ke dr. Oni dan setelah melihat hasil USG dan report dr Yuyun, beliau menyarankan untuk diaborsi karena alasan medis, mengingat aku sudah pernah sectio pas ngelahirin Althaf tentunya akan beresiko jika aku musti sectio lagi dan mumpung usia janian masih kecil belum 4 bulan, belum ditiupkan ruhnya oleh Allah dan pertimbangan bisa dikeluarkan lewat persalinan normal dan diharapkan keluar utuh sekalian ari-arinya sehingga tidak perlu tindakan kuretase. 

Kami menanyakan, apakah memungkinkan jika aku tetep mempertahankan kehamilan ini hingga waktunya tiba, apapun yang terjadi? Beliau menjawab, sebenarnya tidak apa-apa itu adalah hak pasien, bukan bermaksud mendahului keputusan Allah, tetapi menurut pengalaman keahlian beliau, bayi ini tidak akan bertahan hidup, dan jika usia bayi besar kemungkinan besar aku akan sectio lagi dan itu beresiko buat aku. Pernah ada kasus serupa denganku, dan usia bayi sudah besar sehingga waktu ngeluarinnya setengah mati dedel duel, so dr Oni strongly recommended untuk dikeluarkan secepatnya.Tapi Beliau menyerahkan sepenuhnya keputusan pada kami, apapun itu ....

Aku dan Maspoer tidak bisa langsung menjawabnya, kami perlu googling dulu ttg hal ini dan terlebih lagi kami perlu sholat istikharah supaya Allah membimbing kami dalam mengambil keputusan. 

Dalam mobil di perjalanan pulang kami  sibuk dengan pikiran kami masing- masing. Surprisingly aku gak nangis lo... cuman rasanya kayak mimpi aja. Aku banyak diam dan menikmati mengelus- elus perut buncit ini sepanjang jalan.... aku menyayangimu  anakku .... 







Thursday, 20 March 2014

Trimester 1 (11-12 Weeks) Berita Yang Men-jedar-kan Jiwa dan Raga

2 kali periksa dokter selalu dapat kabar yg cetar membahenol, bikin maleees banget ke dokter. Tapi karena weekend ini mau jalan - jalan naek pesawat, yaweslah periksa ke dokter sekalian minta surat dokter. Untuk kali ini nyobain pakai fasilitas kantor, periksa ke RS rujukan, gw pilih RS Jakarta biar searah ma pulang. Dokternya gak pakai pilih2 lah pokoknya yang ada, eh ternyata dokternya tuwiiir senior bgt, liat monitor USG aja maju mundur, tiba - tiba raut mukanya heran dan bergumam " kok kepalanya kecil ya?" jantung gw mak glodak kaget dan bertubi - tubi nanya kenapa dok? kenapa dok?
Dokternya cuman mesem *aseeem. trus nulis nulis jawaban di surat rujukan dari Kantor dan nulis resep Obimin (yang ditolak apotekernya karena tidak termasuk dalam daftar obat telkom , dhueeeng) serta menganjurkan gw test Toxo, karena gw suspect kena toxo. Woalah Gusti paringono mboiz sabar, ada apa lagi ini? Setelah berusaha menenangkan diri di toilet segera cabut ke Lab, ternyata sama petugas lab nya dianjurkan ke kantor dulu minta rujukan periksa lab, karena surat rujukan yg gw bawa cuman untuk konsul Obgyn. Oh may..... rempong banget sih nih urusan :( Akhirnya gw mutusin bayar sendiri ajah, abis test toxo musti nunggu 3-4 hari untuk ambil hasilnya. Duh rasanya gak kuat nunggu selama itu, segera nelpon RSIA Tambak untuk daftar konsul dr Oni. Sebebenar kalo hari Rabu dokter Oni Khonsa cuman mbatesin 20 pasien aja dan hari ini sudah full, terpaksa aku nangis - nangis minta tolong ke mbak resepsionisnya. Alhamdulillah... mbak nya kasihan mau nginsert aku asalkan saat itu juga aku cabut ke RSIA Tambak. Sepanjang jalan aku terus nangis sambil berdzikir, rasanya saat itu adalah perjalanan terlama.... apalagi mas pur belum bisa keluar kantor karena emang jam kantor belum selesai. Gw bertekad musti kuat demi debay ini *sambil elus elus perut yang mulai buncit. Begitu di hadapan dr Oni Khonsa, langsung rontok semua tangisan, dokter berusaha menenangkan dan berjanji akan melihat USG dengan teliti. Dan ternyata.... dokter Oni pun membawa kabar buruk,"Irmia... sepertinya saya musti bilang bahwa memang ada kelainan di kepalanya bla bla bla..." kata - kata yang lain mulai samar - samar aku dengar, terganti dengan isakan merana. 
Dari USG di atas terlihat kalau tidak terbentuk tempurung kepala. Dr Oni megang tangan gw dan berkata "semoga saya salah melihat, 1 minggu lagi second opinion ke kolega saya ya, 1 minggu lagi sdh kelihatan dengan jelas"
Gw terbata - bata bertanya "Apakah ada cara untuk catch up Dok, saya mau diapain aja, disuntik kek, minum segambreng obat kek, di opname kek?"
Dokter Oni menghela napas bentar " Ini bukan masalah berat badan yang bisa di catch up, ini adalah defect organ dimana prosesnya dimulai sejak fetus"
Gw gak bisa ngomong lagi cuman bisa nangis - nangis...."Irmia, hanya Allah lah yang Maha pemberi termasuk memberi kesempurnaan untuk anakmu, jadi yang bisa kamu lakukan adalah minta sama Allah, pasrah dan berserah diri..."
Gw tergugu sesaat nggak ngerti mau bilang apa lagi, semua seperti mimpi buruk
Setelah menenangkan diri sesaat, aku nelpon MasPoer. Kalimat2 yang awalnya sudah kutata, berantakan semua.. aku nelpon sambil nangis-nangis gak keruan hiks :(
Saat sholat maghrib di RS, aku bersimpuh selama mungkin memanjatkan semua doa yang aku ingat, sepertinya termasuk doa mau makan ...:) 
Well, aku harus optimis, jika Allah menghendaki pasti apapun bisa terjadi. Mana keesokan paginya musti meeting di kantor customer di cengkareng sono, kan gak lucu kalo mataku sembab mbendhul, akhirnya besok aku pakai kacamata mulu dari awal mpe pulang, ya! saat itu aku memutuskan untuk tetap menjalani kehamilan ini dengan happy demi anakku ...dan ya!harapan itu masih ada di benakku.

Tuesday, 4 March 2014

Love Letter For Althaf


Gak ada ujan angin eh Bunda di sekolah Althaf ngasih tugas. Kali ini tugasnya untuk orang tua siswa. Tema belajar kali ini tentang Postman alias pak Pos, so orang tua diminta bikin surat untuk anaknya masing - masing trus dikirim via kantor Pos, cateeet musti kantor Pos bukan agen pengiriman lain seperti TIKI or JNE. Suratnya diminta nyampe disekolah hari Kamis dan hari Jumat akan dibacain para bunda ke anak-anak. Daaaan gw baru tahunya hari Selasa pagi pas meriksa buku penghubungnya Al. Omaigaaad, rempong ya jeng.... haregene kirim surat, it's so last decade kali ye. Apalagi musti kantor Pos, yakin bisa nyampai tepat waktu??? *lirikan sinis. Nyampe kantor bukannya langsung kerja, malah sibuk ngarang2. Rasanya aneh aja bikin surat cinta buat anak, ngegombalnya kumaha ye? belum lagi pakai bahasa Indonesia, surat cintanya kok berasa dangdut banget ye ;p Oh well ya sutralah... 1 yang paling penting hasil seminar dengan Ibu Elly Risman, sapalah anak dengan pujian sayang, oke Bu siap laksanakan!!! Pe eR berikutnya, aku gak punya kertas surat plus amplop yang lucu, untungnya kantor deket ma Sabang or nama bekennya Sojong alias Sogo Jongkok xixixix  Disitulah berjajar berbagai macem toko keperluan apapun ada, canggih gak tuh.... koprol bentar ke situ, nyari nyari ternyata kertas surat or kartu ucapan lucu2 yang gede nggak ada, ye siapa pulak sekarang yang masih surat suratan!!! Akhirnya ambil sembarang deh yang kira2 bisa buat hiasan kayak stiker Cars, gambar Dusty Plane dan kertas kado Cars buat bikin Amplop. Sampai kantor rencananya mo segera digarap so pas istirahat bisa minta tolong OB kirimin ke kantor Pos. Eh apa daya ada undangan traktiran dari mantan Boss yang naek pangkat. Meskipun masih hoek hoek begini, denger kata traktiran langsung semangka 45, langsung amnesia ma tugas surat cinta (huhuhu maapin Bun ya Al...) Meskipun abis makan traktiran eh keluar lagi hoek hoek hiks....


Pulang traktiran sudah jam 2 ajah, woalah makjeng.... langsung kebut nulis seadanya , itu juga sdh dibantuin temen (tata) ngasih selembar kertas agak tebel buat kartunya trus dia  bikinin amplop dari kertas kado plus bantuin nempelin kertas kado di baliknya kartu ucapan, makasuwiiih buuanyak Tata..... la terus diriku ngapain ? ngupil menghias seadanya doang wahahaha maklum gak ada bakat seni blas bakat alaminya cuman senewen doang, jadinya kartunya aku gambarin orang yg mungkin lebih  mirip gambar orang orangan sawah daripada manusia :D
Maap ya le... tapi isi suratnya bener bener dari hati Bunda yang terdalam lo... la terus Ayah ngapain ? Ayahmu cuman nitip nama doang huh... curang deh. Tapi gpp le Ayah emang harus kerja keras demi ngelunasin rumah kita hihihihi...
Ini dia isi suratnya, semoga kelak jika kamu dewasa kami masih teringat betapa Ayah dan Bun mencintai dan menyayangimu denagn segenap jiwa raga kami... muwaaahhh....

Thursday, 27 February 2014

Selfie

Lagi iseng banget Poto ikutan ngeksis poto selfie, gak lupa pose monyong monyong bibir njedir sok sekseh, tak lupa  sebelumnya oles2 dulu lip n cheek dr the body shop untuk menciptakan efek pipi pinkish bak malu malu kucing garong huehuehue. Abis, boseeen jeng jalanan maceeet bgt, brkt kesiangan 15 menit, telatnya bisa 1,5 jam jeng.... Afghan kan!!!! Biasanya brkt jam 05.30 lewat dari itu mah bisa menderita lahir batin, karena jam brkt ngantor dan lama perjalanan itu tidak berbanding scr linier. Kalau diperhatikan jam brkt ngantorku tiap tahun maju 15 menit, kalau jalanan masih biadab kayak gini sepertinya 2 thn ke depan musti brkt jam 5 pagi. Bocah2 imut di rumah kira2 masih inget wajah mak bapaknya gak ya? *nangis dibawah poon toge.